INTERPRETASI POSTER DEFORESTATION KARYA NAUFAN NOORDYANTO
Keywords:
Semiotika, Triadic Pierce, Poster DeforestationAbstract
Deforestasi merupakan salah satu isu lingkungan paling mendesak di Indonesia, yang tidak hanya mengancam keseimbangan ekosistem tetapi juga menggerus keberlangsungan hidup satwa endemik. Dalam konteks komunikasi visual, poster kerap dijadikan medium kampanye karena kemampuannya menyampaikan pesan kompleks melalui tanda dan simbol yang mudah diakses publik. Penelitian ini membahas analisis semiotika pada poster Deforestation karya Naufan Noordyanto. Poster dipandang tidak hanya sebagai seni estetis, tetapi juga sebagai bentuk kritik visual terhadap kerusakan ekologis yang sedang berlangsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanda yang digunakan dalam poster dan menginterprestasikan makna tersembunyi yang terkandung pada poster. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis Triadic Charles Sanders Pierce. Metode analisis ini mengklasifikasikan tanda kedalam tiga kategori utama yaitu: representament, interpretan dan objek. Selain itu, analisis makna teks verbal juga dikaji melalui pendekatan denotatif dan konotatif dari Roland Barthes untuk memperkuat penafsiran simbolik. Hasil penelitian menunjukan bahwa poster secara visual menyampaikan keresahan dan kritik terhadap praktik deforestasi yang terus terjadi. Kegiatan ini mengancam ekosistem hutan dan keberadaan satwa liar khususnya orangutan. Visualisasi tubuh orangutan yang menyerupai batang pohon yang ditebang, disertai ekspresi sedih, menyiratkan kehilangan dan kehancuran habitat. Teks pendukung mempertegas pesan moral dan seruan terhadap perlindungan lingkungan. Poster ini berfungsi sebagai media komunikasi visual sekaligus sarana advokasi sosial yang mampu membangun kesadaran ekologis di kalangan masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa desain komunikasi visual, khususnya dalam bentuk poster kampanye, memiliki kekuatan ideologis untuk membentuk opini publik dan menyuarakan kepentingan ekologis. Kontribusi penelitian ini terletak pada pendalaman analisis tanda hingga ke lapisan interpretasi lanjutan, serta menunjukkan bagaimana desain dapat berperan sebagai medium perubahan sosial dan lingkungan.



