PERANCANGAN MEDIA ANIMASI 2D UNTUK MENINGKATKAN AWARENESS ETIKA SOSIAL GENERASI Z TERHADAP NILAI PAMALI DI KOTA BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.53580/files.v8i1.126Keywords:
Animasi 2D, Awareness, Etika Sosial, Generasi Z, PamaliAbstract
Generasi Z di Kota Bandung tumbuh di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kehidupan sosial yang dinamis. Seiring waktu, generasi ini cenderung memandang nilai-nilai tradisional seperti pamali dalam budaya Sunda sebagai sesuatu yang kuno, sehingga mulai jarang dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal, pamali mengandung pesan moral yang berfungsi sebagai pengingat untuk bersikap dan bertindak secara bijak dalam lingkungan sosial. Rendahnya awareness Generasi Z terhadap nilai pamali menjadi tantangan tersendiri, terutama karena belum tersedianya media komunikasi visual yang sesuai dengan karakteristik mereka. Penelitian ini bertujuan merancang media komunikasi visual berupa animasi 2D untuk meningkatkan awareness Generasi Z terhadap nilai pamali sebagai bagian dari etika sosial masyarakat Sunda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi media sosial, wawancara, dan dokumentasi, serta data sekunder melalui studi literatur dan kuesioner terbuka. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan, dengan SWOT dan 5W+1H sebagai instrumen analisis, sedangkan proses perancangan mengacu pada tahapan 3P (pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi) dengan strategi komunikasi AISAS. Hasil analisis menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki pemahaman dasar mengenai pamali, namun menganggapnya kurang relevan dan lebih sering menjadikannya bahan candaan di media sosial. Perancangan menghasilkan animasi 2D berjudul “Katanya Pamali…” berdurasi 2–3 menit dengan gaya kartun semi-realis, narasi reflektif, dan palet warna hangat, yang didistribusikan melalui Instagram, TikTok, dan YouTube, serta didukung media pendukung berupa Reels, carousel, digital zine, kartu digital interaktif, meme series, dan poster. Media ini memposisikan pamali bukan sebagai larangan mistis, melainkan sebagai cara halus orang tua mengajarkan etika sosial, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran Generasi Z terhadap pentingnya nilai pamali dalam kehidupan sosial masyarakat Kota Bandung.



