PERANCANGAN MEDIA EDUKASI BERBASIS BOARD GAME UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN DI KOTA BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.53580/files.v7i2.95Keywords:
Literasi Keuangan, Inklusi Keuangan, Board GameAbstract
Maraknya perilaku konsumtif di kalangan remaja dan dewasa awal di Kota Bandung mencerminkan masih rendahnya tingkat literasi dan inklusi keuangan pada kelompok usia produktif, sehingga diperlukan media edukasi yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik generasi muda. Penelitian ini bertujuan merancang board game sebagai media edukasi literasi dan inklusi keuangan yang mampu meningkatkan pemahaman serta kesadaran pengelolaan keuangan pribadi. Metode yang digunakan adalah pendekatan design thinking dalam perancangan design grafis yang disusun oleh Gavin Ambrose yang meliputi tujuh tahapan, yaitu define, research, ideate, prototype, select, implement, dan learn. Permasalahan utama diidentifikasi pada rendahnya pemahaman finansial yang berdampak pada perilaku konsumtif, yang kemudian dianalisis melalui studi literatur, observasi, dan wawancara untuk memetakan kebutuhan audiens. Proses perancangan menghasilkan board game edukasi yang mengintegrasikan konsep tabungan, investasi, pinjaman, asuransi, serta akses layanan keuangan formal ke dalam mekanisme permainan berbasis simulasi dan interaksi sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan board game sebagai media edukasi keuangan yang secara khusus ditujukan bagi kelompok dewasa awal, yang sebelumnya lebih banyak difokuskan pada anak-anak atau tema non-keuangan. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pengelolaan keuangan serta penurunan kecenderungan perilaku konsumtif, sehingga board game ini dinilai efektif dan relevan sebagai media edukasi alternatif bagi generasi muda di Kota Bandung.



